Keuntungan sebagai Tujuan Perusahaan   Leave a comment

Keuntungan sebagai Tujuan Perusahaan

            Perdagangan memiliki arti yang luas hingga meliputi kegiatan ekonomis seperti barter. Sedangkan bisnis merupakan perdagangan yang bertujuan khusus memperoleh keuntungan finansial. Robert Solomon menekankan bahwa keuntungan atau profit merupakan buah hasil suatu transaksi moneter. Profit berkaitan dengan kegiatan ekonomis, dimana kedua pihak menggunakan uang. Profit diperoleh tidak kebetulan tapi berkat uapaya khusus dari orang yang mempergunakan uang. Karena hubungan dengan transaksi uang itu, perolehan profit secara khusus berlangsung dalam konteks kapitalisme. Dan keterikatan dengan keuntungan itu merupakan suatu alasan khusus mengapa bisnis selalu ekstra rawan dari sudut pandang etika.

1. Maksimalisasi Keuntungan Sebagai Cita-cita Kapitalisme Liberal

            Jika maksimalisasi keuntungan menjadi satu-satunya tujuan perusahaan, maka dengan sendirinya timbul keadaan tidak etis. Karena semua dikerahkan dan dimanfaatkan demi tercapainya tujuan, termasuk karyawan yang bekerja dalam perusahaan tersebut. Nasib buruh anak merupakan prototipe dari penderitaan kaum buruh pada permulaan industrialisasi. Tetapi gerakan sosialisme berhasil memperbaiki nasib kaum buruh. Yang dalam hal ini menjadi sarana ampuh adalah serikat buruh: dengan bersatu kaum buruh bisa menuntut haknya.

2. Masalah Pekerja Anak

            Yang dimaksud masalah disini adalah pekerjaan yang dilakukan oleh anak di bawah umur demi pembayaran uang yang digunakan untuk membantu keluarganya. Dari sudut pandang etika, pekerjaan anak ini ditolak karena, pertama, bahwa pekerjaan itu melanggar hak para anak. Kedua, bahwa mempekerjakan anak merupakan cara berbisnis yang tidak fair. Sebab, dengan cara itu pebisnis berusaha menekan biaya produksi dan dengan demikian melibatkan diri dalam kompetisi kurang fair terhadap rekan-rekan pebisnis yang tidak mau menggunakan tenaga anak, karena menganggap hal itu sebagai cara berproduksi yang tidak etis.

 

3. Relativasi Keuntungan

Bisnis menjadi tidak etis, kalau perolehan untung dimutlakkan dan segi moral dikesampingkan. Manajemen modern sering disifatkan sebagai management by objective. Manajemen yang ingin berhasil harus menentukan dengan jelas tujuan yang dicapai. Dan dalam manajemen ekonomi, salah satu unsur yang penting adalah cost – benefit analisys. Untuk mencapai sukses, hasil dalam suatu usaha bisnis harus melebihi biaya yang dikeluarkan. Usaha ekonomis baru bisa dianggap berhasil bila memungkinkan laba. Semuanya ini bisa diterima, asalkan tetap disertai pertimbangan etis.

Beberapa cara lain untuk melukiskan relativitas keuntungan dalam bisnis adalah sebagai berikut:

  • Keuntungan merupakan tolok ukur untuk menilai kesehatan perusahaan atau efisiensi manajemen;
  • Keuntungan adalah pertanda yang menunjukkan bahwa produk atau jasanya dihargai oleh masyarakat;
  • Keuntungan adalah cambuk untuk meningkatkan usaha;
  • Keuntungan adalah syarat kelangsungan perusahaan;
  • Keuntungan mengimbangi risiko dalam usaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted August 24, 2011 by liswonderland in Etika Bisnis & Profesi, Kuliahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: