Archive for the ‘Manajemen Pemasaran’ Category

Lingkungan Pemasaran   Leave a comment

LINGKUNGAN PEMASARAN

 

Lingkungan pemasaran adalah totalitas kekuatan-kekuatan dan keadaan yang mempengaruhi pemasaran dari produk tertentu

  1. A.      Sistem Informasi Pemasaran (SIP)

            Sistem informasi pemasaran terdiri dari orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, menyortir, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang sesuai kebutuhan, tepat waktu, dan akurat kepada para pembuat keputusan pemasaran. SIP dikembangkan dari catatan perusahaan internal, kegiatan intelegensi pemasaran, dan riset pemasaran.

Pencatatan Internal dan Intelegensi Pemasaran

Manajer pemasaran mengandalkan laporan internal mengenai penjualan, pesanan, harga, biaya, level persediaan, utang piutang, dan sebagainya. Dengan menganalisis informasi itu, para manajer dapat menemukan peluang dan masalah yang penting.

  • Siklus pemesanan sampai dengan pembayaran:

Perwakilan penjualan, padagang perantara, dan pelanggan mengirimkan surat pesanan ke perusahaan. Bagian penjualan mempersiapkan faktur penjualan dan memberikan beberapa salinannya ke berbagai departemen. Jenis barang yang persediaannya habis, akan dipesan kembali. Jenis barang yang dikirim, harus disertai dokumen penagihan yang dibuat rangkap dan dibuat ke berbagai departemen.

  • Sistem informasi penjualan:

Manajer pemasaran membutuhkan laporan yang akurat dan tepat waktu mengenai penjualan terkini. Contoh: Wall mart menhetahui penjualan produk per toko dan per total tiap malam dengan mengirimkan surat pesanan pada pemasokuntuk mendapat pengiriman baru sebagai sediaan.

  • Basis data, gudang data, dan penggalian data:

Perusahaan mengorganisasi informasi ke basis data, yakni basis data pelanggan, produk, tenaga penjual, dan lain-lain. Contoh: database pelanggan berisi nama tiap pelanggan, alamat, transaksi masa lalu, demografik, dan psikografiknya. Kemudian menggabungkan data dari basis data yang berbeda-beda. Perusahaan menyimpan data itu ke gudang data, sehingga mudah diakses para pengambil keputusan.

Sistem Intelijen Pemasaran

Sistem intelijen pemasaran adalah seperangkat prosedur dan sumber yang digunakan para manajer untuk mandapat informasi harian mengenai perkembagan di lingkungan pemasaran. Intelijen pemasaran bisa didapat dari buku, surat kabar, publikasi perdagangan, berbicara ke pelanggan, pemasok, dan distributor, serta dengan bertemu manajer dari perusahaan lain.

Lingkungan Makro Perusahaan

Dalam menciptakan suatu manajemen pemasaran yang baik, perusahaan harus melakukan analisis terhadap lingkungan, antara lain:

  1. Kebutuhan dan Tren

Para individu wirausaha dan perusahaan berupaya menciptakan pemecahan baru atas kebutuhan yang belum terpenuhi. Misalnya, FedEx perusahaan yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan pengiriman surat yang tiba pada hari berikutnya.

Fad (kesukaan masyarakat yang berlangsung singkat) bersifat tidak dapat diduga, berusia pendek, dan tidak penting secara sosial, ekonomi, dan politik. Contoh: boneka Beanie Babies, Furbies, Tickle Me. Tren adalah arah atau urutan peristiwa-peristiwa khusus yang memiliki beberapa momentum dan mampu bertahan lama. Contoh: diramalkan akan semakin banyak orang yang menghargai kesehatan dengan fitness dan olahraga. Maka para pemasar makanan sehat dan alat olahraga akan melayani produk tersebut. Megatren digambarkan sebagai perubahan besar di lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang lebih lambat terbentuknya, dan pada saat terjadi, perubahan itu akan mempengaruhi kita dalam waktu yang lama, antara tujuh dan sepuluh tahun atau lebih.

  1. Demografi

Demografi merupakan study statistic mengenai kependudukan beserta karateristik distribusinya. Jumlah penduduk yang bertambah memberikan pengaruh yang semakin besar pada kegiatan pemasaran. Contoh: banyaknya jumlah anak merupakan pasaran yang baik bagi permainan anak anak, perlengkapan sekolah atau yang lainnya. Perusahaan perlu mengadakan penyesuaian atas perencanaan yang akan dibuat terhadap faktor demografi. Demografi ini meliputi:

  • Pertumbuhan populasi dunia
  • Bauran usia populasi
  • Pasar etnis dan pasar lain
  • Kelompok pendidikan
  • Pergeseran populasi secara geografis

Lokasi juga menimbulkan perbedaan dalam pilihan barang dan jasa. Pertumbuhan suburban dan ketidaksukaan pada commuting (pergi-pulang kerja) telah membantu bisnis-bisnis yang menyumbang pada pertumbuhan segmen SOHO (small office – home office).

  1. Lingkungan Ekonomi

Lingkungan ekonomi ini terdiri dari beberapa hal. Pasar juga mensyaratkan adanya daya beli. Daya beli perekonomian bergantung pada:

  • Pendapatan perkapita dari masyarakat (distribusi penghasilan), pertumbuhan pendapatan akan mengakibatkan pergeseran permintaan barang dan jasa yang berbeda beda. Para pemasar sering membedakan negara-negara menjadi lima pola distribusi penghasilan: pengahsilan sangat rendah; penghasilan benat-benar rendah; penghasilan sangat rendah dan sangat tinggi; penghasilan rendah, sedang, tinggi, dan; penghasilan benar-benar menengah.
  • Saluran distribusi, memungkinkan penyaluran yang lebih cepat terhadap barang dan jasa dari pusat produksi ke sektor konsumsi.
  • Pertumbuhan ekonomi
  • Tingkat kesenangan
  • Peredaran uang
  • Tekanan inflasi
  • Tabungan utang, dan ketersediaan kredit: pengeluaran konsumen dipengaruhi oleh tabungan, utang, dan ketersediaan kredit bagi konsumen.
  • Outsourcing dan perdagangan bebas: isu ekonomi yang semakin penting adalah pindahannya pengusaha pabrik dan pekerjaan layanan ke luar negeri

Tingkat penghasilan rumah tangga berkaitan dengan tingkat harga dan inflasi yang mempengaruhi tingkat system pemasaran perusahaan juga factor psikologis konsumen. Misalnya orang lebih suka menabung daripada membeli barang sedangkan yang lain lebih suka membelanjakan uangnya daripada menyimpan uangnya dibank karena memiliki hambatan bahwa harga harga akan naik.

  1. Lingkungan Teknologi

Adanya penemuan penemuan baru dan perkembangan dibidang teknologi mempengaruhi kegiatan kegiatan pemasaran, karena dapat memberikan akibat terhadap kehidupan konsumen terutama cara hidupnya. Misalnya penemuan pesawat udara  yang memungkinkan bagi orang untuk mengatur waktu lebih efisien. Namun sebaliknya penemuan energy baru dapat mengakibatkan hal negative. Seperti penemuan mobil yang dapat menimbulkan kemacetan dan polusi diwilayah ibu kota.

Dalam arena teknologi ini, para pemasar harus memperhitungkan percepatan perubahan teknologi, peluang inovasi, keragaman anggaran R&D, serta peningkatan peraturan pemerintah yang disebabkan oleh perubahan teknologi.

  1. Lingkungan Politik dan Hukum

Lingkungan peraturan sebagian besar dibuat berdasarkan pada aspek aspek hukum dan kebijakan umum yang gunanya untuk menghilangkan tindakan monopoli serta tindakan tindakan yang menghambat dunia usaha. Factor-factor politik hukun yang mempengaruhi kegiatan pemasaran adalah:

  • Kebijakan fiscal dan moneter
  • Hubungan pemerintah dengan industry
  • Peraturan dan keadaan politik
  • Peraturan khusus dibidang pemasaran yang ditujukan untuk mengatur persaingan dan perlindungan konsumen.

Dalam lingkungan politik dan hukum ini, para pemasar harus tunduk pada berbagai perundang-undangan yang mengatur praktik bisnis dan beragam kelompok yang mempunyai kepentingan khusus.

  1. Lingkungan Sosial Budaya

Lingkungan kebudayaan mencangkup masalah seni, moral budaya adat kebiasaan dan sebagian masyarakat yang mempengaruhi kegiatan marketing yang dilakukakan perusahaan. Lingkungan kebudayaan memiliki implikasi terhadap produk yang disediakan oleh pemasar. Daya beli diarahkan langsungpada barang dan jasa tertentu serta jauh dari barang dan jasa lain sesuai selera dan kesukaan orang. Masyarakat membentuk keyakinan nilai dan norma. Semua itu berkaitan dengan cara pandang seseorang yang meliputi:

  • Pandangan terhadap dirinya
  • Pandangan terhadap sesamanya
  • Pandangan terhadap organisasi
  • Pandangan terhadap masyarakat
  • Pandangan terhadap alam
  • Pandangan terhadap alam semesta
  1. Persaingan

Persaingan dapat berasal dari perusahaan lain dengan industry yang sama atau perusahaan lain yang menjual barang subtitusi.

  1. Lingkungan alam

Lingkungan alam merupakan salah satu permasalahan global yang utama. Perundang-undangan baru juga memukul keras industri-industri tetentu.  Para pemasar harus mewaspadai ancaman dan peluang terkait dengan empat tren lingkungan alam:

  • Kekurangan bahan baku, khususnya air
  • Peningkatan biaya energi
  • Peningkatan level polusi
  • Perubahan peran pemerintah

 

 

Posted August 24, 2011 by liswonderland in Kuliahku, Manajemen Pemasaran

Analisis Peluang Pasar   2 comments

ANALISIS PELUANG PASAR

 

Adalah suatu kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap organisasi dimana mereka hidup di bawah tekanan perubahan. Perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan telah berimplikasi pada semakin beraneka ragamnya kebutuhan dan tuntutan hidup setiap individu. Setiap organisasi hidup di bawah pengaruh perkembangan budaya yang dicapai oleh masyarakat di sekitarnya serta faktor-faktor eksternal lainnya; seperti kondisi ekonomi, situasi politik, keyakinan dan nilai serta norma yang dianut masyarakat. Keadaan yang terjadi di luar organisasi tersebut ada yang bisa dikendalikan oleh perusahaan dan ada juga bahkan pada umumnya merupakan keadaan atau faktor yang tidak bisa dikendalikan.

Memahami dan meniyikapi bahwa aktivitas pemasaran dilakukan dalam situasi seperti tersebut di atas, maka tidak ada jaminan bagi perusahaan akan keefektifan pemasarannya. Para marketer harus mampu “membaca” secara seksama situasi-situasi di luar tersebut beserta setiap perubahan yang terjadi di dalamnya. Setelah itu, para marketer harus mampu “menerjemahkan” situasi serta perubahan tersebut ke dalam kerangka peluang pasarnya (marketing opportunities). “Marketing opportunity analysis [MOA] is the diagnostic activity of interpreting environmental attributes and change” (Zikmund dan D’Amico 1989, p.57) Yang berarti bahwa analisis peluang pasar merupakan upaya diagnostik untuk menginterpretasikan atribut-atribut lingkungan serta perubahannya. Menurut Zikmund dan D’Amico MOA akan sangat membantu para manajer (1) sebagai warning system terhadap potensi resiko yang akan dihadapi (a warning system to alert managers to the risk of potential problems) dan (2) di lain pihak MOA dapat berfungsi sebagai appraisal system yang akan menyadarkan para manajer terhadap keuntungan yang mungkin diperoleh dari peluang tertentu (as an appraisal system to make managers aware of the benefits associated with certain opportunities).

Boone dan Kurtz (1987) menegaskan hal yang sama bahwa analisis peluang pasar sangat berguna menyediakan fondasi bagi kepentingan perencanaan dan strategi pemasaran. Para manajer dipandang perlu mengevaluasi situasi lingkungan, tempat dimana mereka mencurahkan aktivitas pemasarannya, dan mengestimasi pengaruh-pengaruh lingkungan yang mungkin timbul pada masa yang akan datang pada para konsumen. Mempertimbangkan trend masyarakat pada masa yang mendatang akan mengilhami munculnya ide dan strategi baru, sehingga hal tersebut merupakan tindakan yang lebih baik karena ia dapat bertindak sebagai pioner daripada sekedar bereaksi terhadap perubahan yang sedang berlangsung. Lingkungan beserta arus perubahannya mesti dimonitor dan dievaluasi secara hati-hati, potensi peluang (kesempatan) dan masalah yang mungkin muncul mesti diidenfikasi, sebelum suatu organisasi mengembangkan rencana pemasaran.

Di dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang terdapat dua hal pokok yang harus dicermati yaitu (1) kekuatan dan kelemahan, dan (2) kesesuaian antara peluang dengan kemampuan organisasi.

 

Kekuatan dan Kelemahan

MOA, juga, akan mampu menyediakan informasi yang berharga tentang para pesaing (competitors) dan para pendatang/pesaing baru, serta perbandingan kekuatan dan kelemahan mereka secara relatif dengan organisasi milik kita.

 

Kesesuaian Peluang dengan Kemampuan Organisasi

Keanekaragaman yang terjadi di luar organisasi mungkin menawarkan begitu banyak peluang, tetapi sudah barang tentu tidak semua peluang yang tersedia tersebut dapat dijadikan sebagai peluang yang realistik karena organisasi dihadapkan pada keterbatasan sumber daya serta visi. Perusahaan Procter and Gamble (P&G) , sebuah perusahaan besar di Amerika, mungkin mengidentifikasi adanya sebuah kesempatan unttuk meningkatkan volume penjulan barang-barang keperluan rumah tangga di kalangan masyarakat Amerika yang multi etnis dan dia bisa mengerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya merancang advertising campaign untuk mencapai sasaran pasarnya. Dengan kekuatan sumber daya yang dimilikinya P&G memungkinkan dan bahkan mampu untuk memanfaatkan peluang dalam bisnis tenaga nuklir, tetapi tampaknya P&G tidak mau melirik kesempatan itu, mengapa? Karena manajernya sangat faham bahwa tidak semua peluang sesuai dengan interest perusahaan. Dengan kata lain, setiap perusahaan hanya akan berbisnis secara menguntungkan pada peluang-peluang tertentu yang memang “fit” dengan kemampuan yang dimilikinya.

Stanton dkk. (1994) menemukan bahwa sejumlah perusahaan telah mencoba mengembangkan sejumlah pertanyaan yang bersifat memandu untuk membantu mereka dalam melalukan analisis peluang pasar. Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat memandu tersebut adalah:

  • Keunggulan bersaing apakah yang akan kita miliki sehingga dapat membantu kita dalam memasuki peluang atau pasar tersebut? (misalnya, pengalaman dalam penjualan dan advertensi atau kita telah memiliki jaringan distribusi yang cukup kuat.)
  • Apakah kita memiliki kemampuan-kemampuan khusus untuk membawa kita memasuki pasar tersebut? (kemampuan yang bersifat technical atau skill tertentu.)
  • Apakah kita memiliki kelemahan-kelemahan tertentu yang bisa menghambat kelancaran kita dalam memasuki pasar tersebut? (sumber daya keuangan atau pengalaman manajemen dalam industri tersebut.)
  • Apakah peluang pasar tersebut cocok dengan harapan-harapan perusahaan? (sejumlah perusahaan menginginkan return on investment yang tertentu atau dia hanya ingin beroperasi pada jenis usaha tertentu.)
  • Apakah peluang tersebut tepat/sesuai dengan dengan rencana jangka panjang perusahaan? (misalnya: memperluas pasar memasuki pasar global.

 

Tanggung Jawab Manajer

Faktor penting dalam keberhasilan atau kegagalan dari strategi pemasaran adalah apakah elemen strategi pemasaran tersebut konsisten dengan realita dari lingkungan eksternal perusahaan. Langkah awal dalam mengembangkan rencana pemasaran strategis adalah memantau dan menganalisis peluang serta tantangan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor luar perusahaan.

Adapun tanggung jawab dari manajer perusahaan :

  • Analisis lingkungan dan pesaing

Untuk memahami peluang dan tantangan potensial dalam jangka panjang, pemasaran pertama-tama harus memantau dan menganalisis trend yang luas dalam lingkungan ekonomi dan sosial.

  • Dinamika industri dan perubahan strategi

Dinamika persaingan dari industri terutama menekankan bagaimana pola persaingan dari pembelian konsumen cendrung untuk berubah ketika industri atau produk bergerak melalui berbagai tahap daur hidup.

  • Analisis pelanggan

Untuk mendukung dan mendorong transaksi pertukaran dengan pelanggan potensial

  • Riset pemasaran dan pengukuran pasar

Untuk membuat keputusan-keputusan tentang unsur-unsur program pemasaran seperti berapa harga yang ditetapkan dan media iklan untuk digunakan.

  • Keputusan segmentasi pasar dan penetapan pasar sasaran serta penentuan posisi pasar.

Perbedaan-perbedaan dalam strategi ini menggambarkan pentingnya segmentasi pasar dan kesulitan dalam memutuskan bagaimana cara terbaik mendefenisikan segmen-segmen di dalam pasar tertentu.

Setelah segmen pasar dan menelaah kebutuhan pelanggan serta kekuatan dan kelemahan pesaing didalam segmen-segmen manejer memutuskan segmen-segmen mana untuk menunjukan peluang menarik dan layak bagi perusahaan.

 

 

 

 

 

Posted August 24, 2011 by liswonderland in Kuliahku, Manajemen Pemasaran

Strategi Pemasaran PLC   Leave a comment

Strategi Pemasaran Sepanjang Siklus Hidup Produk

Strategi penetapan posisi dan diferensiasi perusahaan harus berubah karena produk, pasar, dan pesaing berubah sepanjang siklus hidup produk (product life cycle—PLC). Mengatakan bahwa produk memiliki siklus hidup berarti menegaskan empat hal:

  1. Produk memiliki umur terbatas.
  2. Penjualan produk melalui berbagai tahap yang khas, dan masing-masing memberikan tantangan, peluang, dan masalah yang berbeda bagi penjualnya.
  3. Laba naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda selama silkus hidup produk.
  4. Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan SDM yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidupnya.

 

Siklus Hidup Produk

Empat tahapan siklus hidup produk adalah:

  1. Perkenalan (introduction); periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk itu diperkenalkan ke pasar. Tidak ada laba, karena besarnya biaya-biaya untuk perkenalan produk.
  2. Pertumbuhan (growth); periode penerimaan pasar yang cepat dan peningkatan laba yang besar.
  3. Kedewasaan (maturity); periode penurunan pertumbuhan penjualan karena produk itu telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial.
  4. Penurunan (decline); periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba menipis.

Tidak semua PLC berbentuk lonceng, tetapi terdapat tiga pola yang lain:

  • Pola pertumbuhan-kemorosotan-kemapanan, yang biasanya menjadi ciri khas perangkat dapur kecil.
  • Pola siklus-berulang yang sering menggambarkan penjualan obat baru.
  • Pola berlekuk, di sini penjualan melewati serangkaian siklus hidup beradasarkan penemuan karakteristik, kegunaan, atau pemakai produk baru. Misalnya pada penjualan nilon.

Siklus Hidup Gaya, Fesyen, dan Fads

            Gaya adalah cara berekspresi bersifat dasar dan khas yang muncul di bidang usaha manusia. Gaya dapat bertahan selama beberapa generasi, muncul dan menghilang sesuai kecenderungan. Sedangkan fesyen adalah gaya yang diterima atau populer saat ini di bidang tertentu. Mode ini melalui empat tahap:

  • Tahap kekhasan
  • Tahap peniruan
  • Tahap mode massal
  • Tahap penurunan

Kemudian fads adalah fesyen yang cepat sekali diperhatikan masyarakat, diterima dengan penuh semangat, mencapai puncak dalam waktu singkat, dan menurun dalam sangat cepat.

 

Strategi Pemasaran: Tahap Perkenalan dan Keunggulan Pelopor

            Biasanya diperlukan waktu yang lama pada tahap perkenalan ini dan laba akan negatif atau rendah, sehingga pengeluaran untuk promosi berada pada rasio tertinggi pada tahap ini.

Perusahaan yang memutuskan untuk menjadi yang pertama di pasar memang sangat menguntungkan, tetapi beresiko dan mahal. Percepatan waktu inovasi sangat penting di zaman yang ditandai oleh semakin pendeknya siklus hidup produk sekarang ini. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pelopor memang memperoleh paling banyak keunggulan. Yakni, para pemakai awal akan terus mengingat merek pelopor jika produk itu memuaskan. Merek pelopor biasanya membidik tengah-tengah pasar sehingga merebut banyak pemakai. Keengganan pelanggan juga memainkan peran, dan ada keunggulan produsen: skala ekonomis, kepemimpinan teknologi, hak peten, memiliki aset langka, dan hambatan masuk lainnya. Pelopor yang siaga dapat mempertahankan kepemimpinan selama waktu tak terbatas.

Namun, keunggulan pelopor bukan hal yang pasti terjadi. Steven Schnaars mempelajari dimana peniru menungguli inovator. Golden dan Tells mengungkapkan lebih lanjut tentang keraguan terhadap keunggulan pelopor. Mereka membedakan antara penemu/inventor (yang pertama menghasilkan hak paten dalam kategori produk baru), pelopor produk/product pioneer (yang pertama mengembangkan model yang berfungsi), dan pelopor pasar/market pioneer (yang pertama menjual kategori produk baru).

Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat menetapkan level yang tinggi atau rendah untuk setiap variabel pemasaran (harga, promosi, distribusi, dan kualitas produk). Jika hanya mempertimbangkan harga dan promosi, manajemen dapat mengikuti salah satu dari empat strategi:

  • Strategi peluncuran cepat: peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi yang tinggi.
  • Strategi peluncuran lambat: peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi.
  • Strategi penetrasi cepat: peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi yang besar.
  • Strategi penetrasi lambat: peluncuran produk baru dengan harga rendah dan tingkat promosi yang rendah.

Masing-masing strategi yang disebutkan diatas, akan memiliki asumsi dapat diterimanya suatu strategi, dan akan memilki dampak/pengaruh yang berlainan satu sama lain. Tantangannya, ketika suatu perusahaan gagal dalam mengembangkan produk baru, akan menghadapi resiko yang sangat besar.

Produk mereka yang sudah ada rentan terhadap perubahan kebutuhan dan selera konsumen, teknologi baru, siklus hidup produk yang lebih singkat, serta meningkatnya persaingan domestik maupun luar negeri.

 

Strategi Pemasaran: Tahap Pertumbuhan

Ditandai dengan peningkatan penjualan, pesaing baru memasuki pasar, dan harga relatif bertahan atau menurun sedikit.

Selama tahap ini, perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin:

  • Perusahaan meningkatkan mutu produk serta menambahkan fitur produk yang baru dan gaya yang lebih baik.
  • Perusahaan menambahkan model baru dan produk penyerta, yaitu produk-produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama.
  • Perusahaan memasuki segmen pasar baru.
  • Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya.
  • Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk ke iklan yang membuat orang lebih memilih produk tertentu.

 

Strategi Pemasaran: Tahap Penurunan

            Penjualan merosot karena sejumlah alasan seperti kemajuan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan.

Kathryn Harrigan mengidentifikasi lima strategi penurunan:

  • Meningkatkan investasi perusahaan.
  • Mempertahankan level investasi perusahaan sampai ketidakpastian tentang industri terselesaikan.
  • Mengurangi level investasi perusahaan secara selektif.
  • Menuai investasi perusahaan untuk memulihkan kas secepatnya.
  • Melepaskan bisnis itu secepatnya dengan menjual asetnya dengan cara yang paling menguntungkan.

 

Konsep Siklus Hidup Produk: Kritik

            PLC sangat membantu dalam menginterpretasikan dinamika produk dan pasar, digunakan sebagai perencanaan dan pengendalian. Namun, PLC ini juga mendapat banyak kritik:

  • Pola siklus hidup terlalu berbeda-beda bentuk dan durasinya. Siklus hidup produk tidak memiliki sesuatu yang dimiliki organisme hidup, yaitu urutan tahap yang tetap dan lama tiap tahap yang juga tetap.
  • Para pengeritik juga menuduh para pemasar jarang dapat mengetahui di tahap apa produk tertentu sedang berada.
  • Pola siklus hidup produk dinilai merupakan hasil strategi pemasaran, bukan tindakan penjualan yang tak terelakkan yang harus diikuti.

 

Ikhtisar Karakteristik, Tujuan Pemasaran, dan Strategi Siklus Hidup Produk
  Perkenalan Pertumbuhan Kedewasaan Penurunan
Karakteristik

Penjualan

Biaya

 

Laba

Pelanggan

Pesaing

 

Rendah

Biaya per pelanggan yang tinggi

Negatif

Inovator

Sedikit

 

Meningkat cepat

Biaya rata-rata per pelanggan

Meningkat

Pemakai awal

Bertambah

 

 

Puncak penjualan

Biaya per pelanggan rendah

Tinggi

Mayoritas tengah

Jumlah stabil mulai menurun

 

Menurun

Biaya per pelanggan rendah

Menurun

Pemakai terlambat

Menurun

Tujuan Pemasaran

 

 

Menciptakan kesadaran dan keinginan mencoba produk

 

Memaksimumkan pangsa pasar

 

Memaksimumkan laba sambil mempertahankan pangsa pasar

 

Mengurangi pengeluaran dan melakukan pemerahan merek

Strategi

Produk

 

 

Harga

 

Distribusi

Pengiklanan

 

 

 

Promosi penjualan

 

Tawarkan produk dasar

 

Kenakan biaya plus

 

Selektif

Bangun kesadaran produk di antara pemakai awal dan penyalur

Banyak promosi menarik pencoba

 

Tawarkan perluasan produk, pelayanan, jaminan

Harga untuk menembus pasar

Intensif

Bangun kesadaran dan minat di pasar massal

 

 

Kurangi keuntungan dari besarnya konsumen

 

Diversifikasi merek dnm model

 

Harga sama atau lebih baik dari pesaing

Lebih banyak intensif

Tekankan perbedaan dan manfaat merek

 

 

Tingkatkan demi peralihan merek

 

Lepas jenis produk yang lemah

 

Turunkan harga

 

Selektif

Kurangi sampai tingkat yang diperlukan untuk mempertahankan

Kurangi sampai tingkat minimum

 

Posted August 24, 2011 by liswonderland in Kuliahku, Manajemen Pemasaran

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.